Desa Binaan AMSA-Unsyiah 2019/2020

By AMSA-Unsyiah - August 15, 2020



Desa Binaan AMSA-Unsyiah merupakan salah satu program kerja dari Department Community Outreach AMSA-Unsyiah periode 2019-2020. Kegiatan ini berlangsung selama satu tahun kepengurusan dan diyakini akan memberikan dampak positif bagi banyak orang. Dasar pemikiran dari diadakannya kegiatan ini adalah bercermin dari kondisi beberapa desa di Kota Banda Aceh yang memiliki taraf kepedulian, pengetahuan dan wujud implementasi kesehatan yang masih rendah. Setelah melakukan survey yang cukup panjang serta mendapatkan rekomendasi dari Walikota Banda Aceh, AMSA-Unsyiah memilih Desa Tibang yang memiliki kriteria tepat untuk dijadikan sebagai Desa Binaan. Salah satu anggapan kuno yang beredar dimasyarakat bahwa sebagian besar dari mereka memilih membiarkan sakitnya dan beranggapan akan sembuh sendiri dari pada harus mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya, membuat AMSA-Unsyiah yang didukung penuh oleh Fakultas, Universitas serta pemerintah Kota Banda Aceh untuk membina dan khususnya membantu meningkatakan taraf kesehatan masyarakat Desa Tibang. Selain member AMSA-Unsyiah, penyelenggaraan kegiatan ini juga dilakukan oleh tim dokter muda, dokter umum dan dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.



Layaknya pembinaan suatu desa, AMSA-Unsyiah menyusun beragam kegiatan yang nantinya akan dilakukan sebagai upaya  motivasi dan peningkatan pengetahuan serta merubah perilaku guna memperbaiki derajat kesehatan masyarakat Desa Tibang. Kunjungan Desa Binaan ini dilakukan dua kali dalam sebulan, adapula kegiatan yang dilakukan beragam sesuai dengan kondisi kesehatan di Desa Tibang. Pembukaan dan peresmian Desa Binaan AMSA-Unsyiah dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2019 di halaman Masjid Baitussalam Tibang. Pembukaan ini turut dihadiri oleh Walikota Banda Aceh, Kepala Dinas Kota Banda Aceh, perwakilan DANRAMIL, Keuchik Desa Tibang beserta perangkat desa, Biro Kemahasiswaan Universitas Syiah Kuala, Wakil Dekan III dan perwakilan ORMAWA Fakultas Kedokteran Unsyiah. Sebagai puncak acara dilakukannya penandatanganan batu prasasti sebagai simbolis peresmian Desa  Binaan AMSA-Unsyiah oleh Walikota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M didampingi oleh Kepala Dinas Kota Banda Aceh, dr. Warqah Helmi, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unsyiah, Dr. Hanifah Yusuf, M.Kes, Apt dan Representative AMSA-Unsyiah, Nailun Afif. Setelah terlaksananya acara peresmian, maka dilanjutkan langsung dengan kegiatan Home Visit ke 150 rumah warga sebagai kunjungan pertama Desa Binaan AMSA-Unsyiah. Tema Home Visit kali ini adalah Hipertensi, yang mana diambil berdasarkan hasil survey data kesehatan warga yang menunjukkan tingginya kasus hipertensi di Desa Tibang. Pada Home Visit ini dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan edukasi terkait hipertensi kepada masyarakat.






Rangkaian kegiatan lainnya pada bulan yang sama sekaligus sebagai kunjungan kedua Desa Binaan AMSA-Unsyiah adalah Pekan Ibu Hamil. Kegiatan ini mengusung tema “Pentingnya Periode Emas yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Inisiasi Menyusui Dini”. Pada pekan ibu hami ini turut dihadiri oleh Dokter Spesialis Obgyn beserta PPDS Obgyn RSUDZA. Kegiatan diawali dengan pemberian materi berdasarkan tema dan dilanjutkan dengan pemeriksaan hipertensi, ANC dan Leopold, pemeriksaan USG dan edukasi tentang kehamilan.






Kunjungan ketiga pada bulan selanjutnya dilakukannya kegiatan Bazaar Kesehatan di halaman Masjid Baitussalam yang bersifat terbuka bagi seluruh masyarakat Desa Tibang. Bazaar kesehatan ini dilakukan sebagai upaya edukasi dan pelayanan kesehatan kepada warga, terutama bagi warga yang mengidap suatu penyakit tertentu akan dilakukannya peresepan obat secara gratis. Kegiatan ini meliputi anamnesis dan konsultasi kesehatan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan glukosa darah, kolesterol dan asam urat. Rangkaian pemeriksaan dilakukan oleh Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam beserta PPDS, Dokter Umum, dan dibantu oleh member AMSA-Unsyiah. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan RSUDZA sehingga bagi warga yang memiliki keluhan tertentu dapat langsung diberikan surat rujukan oleh dokter yang bertugas.



Pemeriksaan Visus Mata merupakan kegiatan yang dilakukan pada kunjungan keempat Desa Binaan AMSA-Unsyiah. Kegiatan ini dilakukan dengan target seluruh siswa/i SDN 15 Tibang yang diawali dengan pemberian materi kesehatan mata dan dilanjutkan dengan pemeriksaan visus mata oleh Dokter Spesialis Mata. Tentunya dari hasil pemeriksaan ini, pada siswa/i yang memiliki kelainan atau masalah pada matanya akan diberikan surat pemberitahuan kepada orang tua dan surat rujukan ke RSUDZA agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan khusus. Kunjungan keempat ini merupakan kunjungan terakhir pada semester ganjil sekaligus tahap evaluasi panitia selama masa libur untuk kegiatan selanjutnya.

 


Basic Life Support (BLS) merupakan kegiatan pada kunjungan kelima Desa Binaan AMSA-Unsyiah yang menjadi kunjungan pertama pada semester genap.  Basic Life Support atau Bantuan Hidup Dasar ini bertujuan agar para peserta yaitu Pemuda Gampong dan Ibu-Ibu PKK dapat melakukan penanggulangan pertama kegawatdaruratan. Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pemberian materi oleh dr. Panji Anugerah dan dilanjutkan dengan Training BLS yang dibimbing oleh para trainer dari Department Basic life support AMSA-Unsyiah, department yang hanya ada di AMSA-Unsyiah. Para trainer menjelaskan dan mendemonstrasikan lebih detail tentang bagaimana cara melakukan Basic Life Support (BLS) dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pada Training BLS ini peserta diharapkan dapat mendemonstrasikan materi yang sudah di berikan sesuai tingkat pemahamannya masing-masing.





Pada kunjungan ke-enam Desa Binaan AMSA-Unsyiah kegiatan yang dilakukan adalah Pekan Ceria di TK Desa Tibang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana berperilaku hidup bersih dan sehat dimulai dari usia dini. Pada acara ini turut dihadiri oleh dokter gigi dari Rumah Sakit Gigi Mulut Unsyiah. Adapun rangkaian kegiatanya adalah pemberian materi   ”kesehatan gigi dan mulut” oleh drg. Cut Fera Novita, M.Kes,. dan “ perilaku hidup bersih dan sehat” oleh saudari Cut Tasya Ramadhani dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi dan mulut serta demonstrasi kepada siswa/i bagaimana cara melakukan cuci tangan 6 langkah menurut WHO.





Pada kunjungan ketujuh, Desa Binaan AMSA-Unsyiah turut mengadakan kegiatan Kesehatan Reproduksi (KESPRO). Pada kegiatan ini para peserta diberikan materi mengenai Kesehatan Reproduksi (KESPRO)  oleh Muhammad Faris Alfianto, S. Ked,. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sesi tanya jawab dan Focus Group Discussion (FGD). Dalam kegiatan ini pada peserta diharapkan dapat lebih leluasa bertanya dan mengetahui bagaimana seharusnya menjaga kesehatan organ reproduksi.

 

Pada kunjungan terakhir Desa Binaan AMSA-Unsyiah akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan THT, sirkumsisi, dan penutupan. Namun, kegiatan ini ditunda sampai waktu yang belum dapat ditentukan. Pihak dekanat mengambil sikap untuk menunda segala kegiatan yang mengumpulkan banyak pihak termasuk Desa Binaan AMSA-Unsyiah. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan dan penyebaran covid-19 di aceh.

 

Karena keberhasilan pada rangkaian kegiatan Desa Binaan AMSA-Unsyiah, Dekanat dan jajarannya mendukung kegiatan ini untuk menjadi salah satu kegiatan tahunan terbesar dari AMSA-Unsyiah dan melanjutkan kegiatan ini hingga 3 tahun kedepan.

 

 

 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments