ACTION: Tapeujroh Gizi ngon Awak AMSA (TAGISA)

By AMSA-Unsyiah - August 14, 2020

 

      Pada tanggal 16 Februari 2020, Kelompok Magang Action AMSA-Unsyiah 2019 menggelar acara penyuluhan gizi yang bernama Tagisa (Tapeujroh Gizi ngon Awak AMSA) di SOS Children's Village Banda Aceh. Salah satu tujuan dari acara ini adalah mengedukasi dan mengingatkan kembali Penduduk SOS Children's Village Banda Aceh tentang pentingnya gizi seimbang, di mana salah satu cara untuk memiliki tubuh dengan gizi seimbang adalah dengan tidak melewatkan sarapan setiap harinya. Acara ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu penyuluhan gizi, lomba memasak, dan home visit.

    Acara ini dimulai pada pukul 10.00 WIB, di mana acara ini diawali dengan pembukaan oleh MC, Ketua Pelaksana Tagisa yang bernama Dava Erianza, Representative AMSA-Unsyiah, Perwakilan Anggota AMSA-Unsyiah, dan Pimpinan SOS Children's Village Banda Aceh di Ruang Rapat SOS Children's Village.



Tak lama setelah pembukaan acara, penyuluhan atau penyampaian materi tentang gizi oleh pemateri (Aqil Yuniawan Tasrif, S. Ked.) dilaksanakan di ruangan tersebut. Ibu-ibu, Penduduk SOS Children's Village Banda Aceh, sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh pemateri karena ibu-ibu tersebut saling berebut melemparkan pertanyaan kepada pemateri pada sesi tanya jawab.


     Setelah penyuluhan tentang gizi di ruang rapat, kegiatan selanjutnya adalah lomba memasak yang dilaksanakan di Aula SOS Children's Village Banda Aceh. Lomba memasak ini diikuti oleh 3 kelompok ibu-ibu yang merupakan penduduk setempat. Kelompok ini terdiri dari Kelompok A, Kelompok B, dan Kelompok C. Ketiga kelompok ini diminta untuk memasak nasi goreng yang sehat dan bergizi. Panitia memilih menu sarapan (nasi goreng) sebagai masakan yang dilombakan pada lomba ini karena panitia ingin menekankan kepada ibu-ibu di sana tentang pentingnya sarapan bagi Adik-adik Penduduk SOS Children's Village Banda Aceh.



    Mengapa sarapan begitu penting? Karena sarapan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang. Hasil penelitian menyatakan bahwa kebiasaan tidak sarapan akan lebih mudah mengarah ke anemia dibandingkan dengan yang memiliki kebiasaan sarapan.

     Sarapan memberi kontribusi besar kepada energi harian dan asupan nutrisi seseorang. Sarapan menyediakan 16% dari asupan energi harian anak-anak di Selandia Baru, sekitar sepertiga dari kalsium, besi, tiamin, riboflavin dan asupan folat, dan seperlima asupan seng. Anak-anak yang melewatkan sarapan pagi memiliki asupan gizi secara signifikan lebih buruk setiap hari, termasuk asupan yang tinggi lemak total, dan asupan makanan rendah serat dan zat gizi mikro daripada mereka yang sarapan. Penyebab rendahnya kadar hemoglobin dalam darah salah satunya adalah asupan yang tidak mencukupi. Asupan zat gizi akan berkurang sebanyak 30% jika seseorang melewatkan sarapan pagi dan secara langsung hal ini akan mengurangi produksi hemoglobin dan menyebabkan anemia.





     Singkat cerita, lomba memasak ini berlangsung sangat meriah karena ditonton oleh hampir seluruh Penduduk SOS Children's Village Banda Aceh. Kelompok A memasak nasi goreng dengan tema "Taman Bermain Anak-anak), Kelompok B memasak nasi goreng dengan tema "Nasi Goreng Ibu", dan Kelompok C memasak nasi goreng dengan tema "Nasi Goreng Ceria untuk Ibu dan Anak). Setelah lomba memasak, panitia acara beristirahat sejenak untuk makan siang dan salat Zuhur, sementara penduduk setempat kembali ke rumah masing-masing.

      Kegiatan terakhir pada acara itu adalah home visit. Panitia dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengunjungi rumah penduduk setempat untuk melakukan edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian buah tangan.





    Acara ini berjalan dengan lancar hingga pukul 16.00 WIB. Acara ini juga memberikan kesan yang baik bagi panitia dan penduduk setempat. Berkat acara ini, panitia mendapatkan pengalaman dan ilmu baru tentang banyak hal.



  • Share:

You Might Also Like

0 comments