WORLD DIABETIC DAY “Less Sugar More Life” 2013

By AMSA Unsyiah - November 15, 2015

Sebanyak 17 provinsi di Indonesia mempunyai prevalensi penyakit diabetes mellitus diatas prevalensi nasional, salah satunya adalah Nanggroe Aceh Darussalam (Riskesdas 2007)
Bertepatan dengan hari diabetes sedunia tahun 2013 atau WDD (World Diabetic Day) kali ini keluarga besar AMSA Unsyiah (Asian Medical Students Association) mempunyai cara unik untuk memperingatinya.
Acara yang ketuai oleh divisi Public Health Amsa Unsyiah ini berlangsung selama 2 hari, yaitu 16 November 2013 yang berlokasi di simpang lima, Banda-Aceh dan 17 November 2013 di lapangan Blang Padang, Banda-Aceh mengusung tema “Less Sugar More Life”.
Hari pertama AMSA Unsyiah turut mengundang ALSA Unsyiah (Asian Law Students Association) berkumpul pukul 16.00 di Taman Sari, Banda-Aceh menggunakan dress code biru. Setelah berkumpul, Amsa Unsiah beserta ALSA Unsyiah bergerak konvoi dengan jalan kaki sampai bundaran Simpang Lima, Banda Aceh untuk mensosialisasikan hari Diabetes Nasional.
Di bundaran Simpang Lima acara dilanjutkan dengan  orasi serta pembagian brosur oleh member AMSA. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara mencegah diabetes. Contohnya dengan olahraga rutin, makan serat seimbang, menjaga berat badan ideal dan yang terpenting adalah kurangi konsumsi gula sehari-hari.
Setelah selesai orasi, acara dilanjutkan dengan pertunjukan teatrikal oleh member AMSA dan ALSA Unsyiah. Ada yang berperan sebagai ibu hamil, pocong dan seseorang yang banyak memiliki luka di wajah dan badannya. Makna dari pertunjukkan ibu hamil tersebut adalah karena penyakit diabetes itu dapat diturunkan secara genetik,  sedangkan maksud dari pocong (suami dari si ibu hamil) adalah bahwa penyakit diabetes ini dapat menyebabkan kematian. Yang terakhir adalah seseorang yang memiliki banyak luka di sekitar wajah dan badannya itu menceritakan tentang dampak dari seseorang mempunyai penyakit diabetes jika memiliki luka akan sulit untuk disembuhkan.
Inneke Trisnawati atau yang biasa disapa Keke ini berperan sebagai ibu hamil mengaku awalnya agak malu karena menjadi pusat perhatian saat teatrikal, tetapi dia mengaku bahwa kegiatan tersebut sangat seru dan sangat bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat.
Hari ke 2 yaitu 17 November 2013 kali ini dengan dress code warna merah, AMSA Unsyiah menjalankan baktinya kepada masyarakat dengan melakukan glukocheck, pengecekan kolesterol dan asam urat secara gratis di lapangan Blang Padang, Banda-Aceh dari pukul 07.30-10.00
Respon dari masyarakat atas kegiatan ini sangat positif. Terbukti dari waktu yang hanya dua setengah jam, member AMSA berhasil memeriksa 37 masyarakat di lapangan Blang Padang. Masyarakat mengaku sangat  senang karena ada pemeriksaaan gratis ini. Mereka menjadi lebih mengetahui kondisi tubuhnya dan lebih berhati-hati dalam menjalani pola hidup dengan cara mengurangi factor resiko dari penyakit diabetes.









  • Share:

You Might Also Like

0 comments